Hujan telah tiba… bagi pengguna motor harus siap-siap menghadapi medan dengan percikan air maupun lumpur. Dibeberapa komponen perlu langkah khusus untuk merawatnya. Berikut tipsnya:
Kaca spidometer & reflektor lampu.
Pada bagian mika jika tidak rapat dapat menimbulkan embun dan mengganggu penglihatan. Paling parah di bagian reflector lampu. Sebab kalau sampai ada air yang menyelinap, hal itu bisa bikin reflector jadi kusam dan menimbulkan jamur yang akhirnya bikin lampu jadi gak terang. Untuk menghindari hal tersebut, tutup bagian sambungan mika reflector yang retak atau terbuka dengan menggunakan sealent. Selain untuk mencegah air masuk, hal itu juga bisa meminimalisir bunyi getaran yang dihasilkan mika lampu dan spidometer.
Filter karburator
berfungsi sebagai penyaring udara yang masuk ke karburator. Prinsipnya hampir sama dengan mika reflector mengingat hampir semua boks filter terbelah dalam dua bagian. Pada salah satu bagian boks filter itu dilengkapi semacam paking karet. Kalau peranti itu sudah getas atau rusak, air dan debu sangat berpotensi nyelinap ke dalam boks filter. Untuk mengatasinya, tambahkan seal¬ent pada kedua sisi permukaan boks filter yang saling bersentuhan secukupnya. Selain itu, bila boks filter retak atau pecah sebaiknya bagian yang pecah ditambal lem plastik.
Kabel bodi & cap busi
khusus untuk pengguna motor sport,. Golongan ini harus lebih cermat dengan kabel-kabel bodi karena risiko terkena air dan korslet lebih besar dari bebek atau skutik. Motor sport terkenal minim cover bodi. Perhatikan kabel bodi yang telanjang dan kabel yang masuk ke soket-soket. Sebab, kalau kulit kabel tak menyelimuti peranti itu secara utuh, dapat menyebabkan korsleting. Efeknya banyak, mulai dari mesin mbrebet, lampu ogah menyala sampai mesin mati total.
Tapi pengguna motor bebek maupun matic, harus waspada juga terutama pada bagian cap busi, yang perlu diperhatikan adalah karet penutup yang ada di ujung cap busi, jangan sampai kendor apalagi tidak terpasang, efeknya motor akan ndut-ndutan dan akhirnya mogok.
Kondisi Ban
Disaat melintasi genangang air, factor safety sangat tergantung dari kondisi ban, terutama kondisi kembang ban. Jika kembang ban memakai type kering akan menjadi sangat berbahaya, tetapi kondisi lain yang juga berperan penting adalah tekanan angin, jika sudah memakai ban type basah tetapi tekanan angin kurang tetap aja berbahaya.
Disamping tips diatas yang juga perlu diperhatikan adalah gunakan jas hujan yang baik tidak terlalu besar dan selalu patuhi rambu-rambu lalin walaupun pak polisinya pada berteduh ngga berarti boleh main selonong di jalan.(OSE)
Kamis, 25 Maret 2010
FREE PLAY
Pada pemeriksaan unit sepedamotor kita mengenal istilah” jarak main bebas” atau biasa disebut dengan “freeplay”, pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan jarak renggang yang pas pada komponen – komponen yang digunakan pada saat tertentu seperti handle rem,handle kopling, pedal rem dll.
Berikut sedikit refresh mengenai aturan standart freeplay :
1. Handle Rem belakang pada motor matic.
Untuk handle rem belakang jarak main bebes yang diperbolehkan adalah 10-20 mm, jika jarak main bebas berlebihan akan mengakibatkan pengereman menjadi kurang maksimal, tetapi jika jarak main bebasnya terlalu kecil akan pengereman terlalu mendadak . jadi pastikan selalu pemeriksaan jarak main bebas pada handle rem ini. Cara penyetelannya adalah dengan memutar mur pada lengan rem di panel rear brake.
2. Throttle grip.
Penyetelan jarak main bebas untuk putaran grip gas standartnya adalah 2-6 mm, ini menjadi sangat berpengaruh dengan tarikan awal motor, karena jika terlalu lebar maka responsifnya menjadi berkurang. Apalagi untuk motor jenis matic yang membutuhkan respon gas yang lebih cepat, Cara penyetelannya dengan memutar adjuster pada kabel gas, atau bisa juga dengan penyetelan mur yang ada pada ujung kabel gas yang menempel di karburator.
3. Pedal rem.
Jarak main bebas pada pedal rem sangat penting sekali, karena jika terlalu rapat akan menimbulkan efek panas pada tromol belakang, seperti kebiasaan banyak pengendara, saat motor melaju secara tidak sengaja kaki kanan akan selalu berada di atas pedal rem, dan saat melalu kondisi jalan yang kurang baik pedal rem akan tertekan kebawah. Dan akibatnya rem belakang berfungsi secara terus menerus sehingga membuat tromol belakang menjadi panas dan berubah warnanya.
4. Handle kopling
Selain faktor usia , faktor penyetelan jarak main bebas handle kopling merupakan penyebab utama kopling slip, jika penyetelan terlalu rapat maka bisa dipastikan kerja kopling lebih berat, dan jika terlalu longgar responnya hantaran tenaga ke roda belakang menjadi terlambat. Jadi pastikan selalu penyetelan handle kopling selalu pas yaitu 10-20 mm.
5. Rantai roda
Demikian juga pada rantai roda , salah satu faktor penyebab rantai roda tidak panjang umur adalah sering tidak diperhatikannya penyetelan jarak main bebas, selain usia mengabaikan penyetelan ini juga sangat berbahaya jika terlalu kendor rantai akan lepas dari sprocketnya dan bisa dibayangkan jika sedang melaju kencang. Cara penyetelannya adalah dengan cara mengendorkan mur as roda belakng dan melakukan penyetelan pada nut adjuster chain. Dan yang paling penting lagi lumasin rantai roda secara periodik.
Kesimpulannya adalah pentingnya memperhatikan “freeplay” pada setiap kali melakukan perawatan sepeda motor, jika memang tidak bisa dan kurang paham silahkan menuju AHASS terdekat, para SERVICE ADVISSOR akan dengan senang hati memberikan solusinya.
Berikut sedikit refresh mengenai aturan standart freeplay :
1. Handle Rem belakang pada motor matic.
Untuk handle rem belakang jarak main bebes yang diperbolehkan adalah 10-20 mm, jika jarak main bebas berlebihan akan mengakibatkan pengereman menjadi kurang maksimal, tetapi jika jarak main bebasnya terlalu kecil akan pengereman terlalu mendadak . jadi pastikan selalu pemeriksaan jarak main bebas pada handle rem ini. Cara penyetelannya adalah dengan memutar mur pada lengan rem di panel rear brake.
2. Throttle grip.
Penyetelan jarak main bebas untuk putaran grip gas standartnya adalah 2-6 mm, ini menjadi sangat berpengaruh dengan tarikan awal motor, karena jika terlalu lebar maka responsifnya menjadi berkurang. Apalagi untuk motor jenis matic yang membutuhkan respon gas yang lebih cepat, Cara penyetelannya dengan memutar adjuster pada kabel gas, atau bisa juga dengan penyetelan mur yang ada pada ujung kabel gas yang menempel di karburator.
3. Pedal rem.
Jarak main bebas pada pedal rem sangat penting sekali, karena jika terlalu rapat akan menimbulkan efek panas pada tromol belakang, seperti kebiasaan banyak pengendara, saat motor melaju secara tidak sengaja kaki kanan akan selalu berada di atas pedal rem, dan saat melalu kondisi jalan yang kurang baik pedal rem akan tertekan kebawah. Dan akibatnya rem belakang berfungsi secara terus menerus sehingga membuat tromol belakang menjadi panas dan berubah warnanya.
4. Handle kopling
Selain faktor usia , faktor penyetelan jarak main bebas handle kopling merupakan penyebab utama kopling slip, jika penyetelan terlalu rapat maka bisa dipastikan kerja kopling lebih berat, dan jika terlalu longgar responnya hantaran tenaga ke roda belakang menjadi terlambat. Jadi pastikan selalu penyetelan handle kopling selalu pas yaitu 10-20 mm.
5. Rantai roda
Demikian juga pada rantai roda , salah satu faktor penyebab rantai roda tidak panjang umur adalah sering tidak diperhatikannya penyetelan jarak main bebas, selain usia mengabaikan penyetelan ini juga sangat berbahaya jika terlalu kendor rantai akan lepas dari sprocketnya dan bisa dibayangkan jika sedang melaju kencang. Cara penyetelannya adalah dengan cara mengendorkan mur as roda belakng dan melakukan penyetelan pada nut adjuster chain. Dan yang paling penting lagi lumasin rantai roda secara periodik.
Kesimpulannya adalah pentingnya memperhatikan “freeplay” pada setiap kali melakukan perawatan sepeda motor, jika memang tidak bisa dan kurang paham silahkan menuju AHASS terdekat, para SERVICE ADVISSOR akan dengan senang hati memberikan solusinya.
Langganan:
Komentar (Atom)

