Pada pemeriksaan unit sepedamotor kita mengenal istilah” jarak main bebas” atau biasa disebut dengan “freeplay”, pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan jarak renggang yang pas pada komponen – komponen yang digunakan pada saat tertentu seperti handle rem,handle kopling, pedal rem dll.
Berikut sedikit refresh mengenai aturan standart freeplay :
1. Handle Rem belakang pada motor matic.
Untuk handle rem belakang jarak main bebes yang diperbolehkan adalah 10-20 mm, jika jarak main bebas berlebihan akan mengakibatkan pengereman menjadi kurang maksimal, tetapi jika jarak main bebasnya terlalu kecil akan pengereman terlalu mendadak . jadi pastikan selalu pemeriksaan jarak main bebas pada handle rem ini. Cara penyetelannya adalah dengan memutar mur pada lengan rem di panel rear brake.
2. Throttle grip.
Penyetelan jarak main bebas untuk putaran grip gas standartnya adalah 2-6 mm, ini menjadi sangat berpengaruh dengan tarikan awal motor, karena jika terlalu lebar maka responsifnya menjadi berkurang. Apalagi untuk motor jenis matic yang membutuhkan respon gas yang lebih cepat, Cara penyetelannya dengan memutar adjuster pada kabel gas, atau bisa juga dengan penyetelan mur yang ada pada ujung kabel gas yang menempel di karburator.
3. Pedal rem.
Jarak main bebas pada pedal rem sangat penting sekali, karena jika terlalu rapat akan menimbulkan efek panas pada tromol belakang, seperti kebiasaan banyak pengendara, saat motor melaju secara tidak sengaja kaki kanan akan selalu berada di atas pedal rem, dan saat melalu kondisi jalan yang kurang baik pedal rem akan tertekan kebawah. Dan akibatnya rem belakang berfungsi secara terus menerus sehingga membuat tromol belakang menjadi panas dan berubah warnanya.
4. Handle kopling
Selain faktor usia , faktor penyetelan jarak main bebas handle kopling merupakan penyebab utama kopling slip, jika penyetelan terlalu rapat maka bisa dipastikan kerja kopling lebih berat, dan jika terlalu longgar responnya hantaran tenaga ke roda belakang menjadi terlambat. Jadi pastikan selalu penyetelan handle kopling selalu pas yaitu 10-20 mm.
5. Rantai roda
Demikian juga pada rantai roda , salah satu faktor penyebab rantai roda tidak panjang umur adalah sering tidak diperhatikannya penyetelan jarak main bebas, selain usia mengabaikan penyetelan ini juga sangat berbahaya jika terlalu kendor rantai akan lepas dari sprocketnya dan bisa dibayangkan jika sedang melaju kencang. Cara penyetelannya adalah dengan cara mengendorkan mur as roda belakng dan melakukan penyetelan pada nut adjuster chain. Dan yang paling penting lagi lumasin rantai roda secara periodik.
Kesimpulannya adalah pentingnya memperhatikan “freeplay” pada setiap kali melakukan perawatan sepeda motor, jika memang tidak bisa dan kurang paham silahkan menuju AHASS terdekat, para SERVICE ADVISSOR akan dengan senang hati memberikan solusinya.
Kamis, 25 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar